Monday, September 9, 2013

Lowongan Kerja Dairi - Nyaris Pekerjaan Sia-Sia

Sidikalang-Dairi Pers : Fenomena setiap pilkadasung sama disemua daerah. Pilihan  menjadi Tim Sukses (TS)  digandrungi banyak pihak terutama mereka yang  selama ini menjadi pengangguran terselubung. Menjadi TS ibarat lowongan pekerjaan . Demi Cabup yang dijagokan tak jarang diantaranya yang sanggup melupakan kewajiban utama di rumah tangga bahkan harus kehilangan sanak famili demi kepala daerah yang dielus-elus. Ironisnya tidak ada jaminan bagi Tim Sukses calon yang menang langsung berubah kesejahteraannya. Umumnya habis pilkada para TS  kembali ke propesi masing-masing. Menjadi TS Pilkada nyaris menjadi pekerjaan sia-sia

      Pengamat Dairi Johannes Lumbangaol yang juga ketua ICW Sumut kepada Dairi Pers menyebutkan banyak pihak yang sebenarnya belum layak terjun dalam politik pilkada namun ikut-ikutan berpolitik di tingkat dusun dan desa . Propesi sebenarnya petani namun “latah “ terjun berpolitik dadakan hanya karena pemilihan seorang bupati. Fakta yang terjadi ladang atau sawah yang menjadi mata pencahariannya menjadi terbengkalai. Aksesnya kehidupan ekonomi di rumah tangga semakin terpuruk. Istri dibiarkan bekerja sendiri di ladang dan suami sibuk berpolitik  “ Saya melihat banyak fenomena itu terjadi. TS melupakan kewajiban utama keluarga hanya karena merasa bangga ikut di menumpang mobil TS berstiker.” Sebutnya.
      Menurut Johannes Politisi dadakan yang hanya diperlukan kandidat  sekali dalam lima tahun ini biasanya akan kecewa setelah usai pilkada. “ Sedang kalau calon yang didukung menang belum tentu diperhatikan  kandidat apalagi tim sukses pihak yang kalah. Padahal waktu dan banyak hal telah dikorbankan demi politik sesaat. Ini hanya pengaruh euforia dan latah mimpi ingin hidup lebih baik namun mengandalkan mimpi orang lain” sebutnya.
      Diuraikan secara logika meski seorang pasangan calon bupati yang didukung menang tentu hal pertama yang harus dipikirkan seorang kandidat terpilih adalah pihak yang telah mengorbankan waktu, tenaga , pikiran , dan materi. Tentu jenis ini yang menjadi prioritas yang mendapat perhatian. Paling utama siapa yang mengorbankan materi paling besar untuk pemenangan. Maka itu yang pertama kali  diperhatikan . Maka tim sukses dadakan yang biasanya sekelas  desa atau dusun selalu korban  mimpi.
      “ Saya sering memperhatikan fenomena itu dibanyak daerah .Mereka tim sukses sekelas kampung  jika jagoannya menang biasanya paling  mendapat bebas berbicara di desa atau kedai tuak karena merasa ada deking. Padahal hal itu belum tentu benar . “ Sesungguhnya kini akses hukum terbuka lebar tidak ada ruang  bagi arogansi atau berbicara melanggar etika sekalipun merasa bagian dari kekuasan. Ketika diproses hukum kekuasan yang dibanggakan itu tidak akan  dapat berbuat apa-apa” sebutnya
      Dikatakan sungguh ironis  bagi Tim sukses dadakan yang harus menempuh banyak resiko , cemoohan bahkan resiko hukum ketika terlibat pasukan “pembagi serangan fajar”  Orang lain yang jadi kepala daerah namun masyarakat awam yang tidak mengerti resiko yang menjadi korban terkena pidana  . Inilah salah satu celah pemanfatan keluguan rakyat yang dapat di manfaatkan para elit-elit politik kabupaten “ sebut Johannes.
      Untuk itu dikatakan rakyat sebaiknya lebih berpikir obyektif dan berpikir apa adanya mengutamakan pikiran sederhana yakni lebih baik bekerja memperjuangkan keluarga dan mengurusi propesinya sebagai petani daripada terjun ke politik ecek-ecek . Karena meski yang diperjuangkan menang tidak ada garansi kelak diperhatikan.
      Disisi lain dikatakan akses sosial budaya negatif yang ditimbulkan pilkadasung telah merusak tatanan  kearifan lokal seperti pecahnya keluarga, marga, organisasi , STM, kehidupan bertetangga,  persahabatan dan banyak hal sosial lainnya yang menjadi korban .  Padahal ketika yang didukung menang yang didapat paling diundang lisan oleh kordinator desa ikut pesta syukuran. Setelah itu kembali ke propesi awal urusi ladang dan sawah . Sangat tidak masuk akal TS dadakan yang begitu banyak tersebar di dusun langsung diperhatikan kandidat yang menang . Maka perkejaan TS dadakan nyaris menjadi pekerjaan sia-sia , sebutnya (R.07)

No comments:

Post a Comment

Entri Populer